|
TAFSIR AYAT 17-26
Allah SWT berfirman guna memerintahkan kepada para abdi-Nya untuk memperhatikan makhluk-makhluk-Nya yang menunjukkan kepada kekuasaan dan keagungan-Nya, “Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan?” unta dikemukakan karena dia merupakan ciptaan yang menakjubkan, susunan tubuhnya sungguh memikat. Dan, unta sendiri mempunyai kekuatan dan kekokohan yang luar biasa. Walaupun demikian, dia ditundukkan untuk menanggung beban yang berat dan menuntun kusir yang payah, dapat dimakan, bulunya dapat digunakan, dan susunya dapat diminum. Mereka diingatkan dengan hal ini karena bagi bangsa Arab, binatang yang paling akrab dengan kehidupan mereka adalah unta. “Dan langit, bagaimana dia ditinggikan?” yaitu, bagaimana Allah Ta’ala meninggikan langit dari bumi, ini merupakan peninggian yang sangat agung. “Dan gunung-gunung bagaimana dia ditegakkan?” yaitu, menjadikannya tertancap sehingga menjadi kokoh dan teguh sehingga bumi tidak menjadi miring bersama penghuninya; dan telah menjadikan berbagai macam manfaat dan barang-barang tambang padanya.
“dan bumi, bagaimana dia dihamparkan?” yaitu, bagaimana dia dibentangkan, dipajangkan, dan dihamparkan. Maka, ayat ini mengingatkan orang-orang Arab Badui tentang apa yang sering disaksikan oleh mereka berupa unta, langit, gunung, dan bumi agar mereka mengambil pelajaran dari semua ini tentang kekuasaan Dia Yang telah diciptakan. Dan bahwa Dia adalah Rabb Yang Mahaagung. Dialah Pencipta, PEmilik, dan PEngatur. Dialah yang tidak ada Tuhan selain Dia semata.
Allah Ta’ala berfirman, “Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang member peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,” yaitu berilah peringatan wahai Muhammad dengan risalh yang kamu bawa kepada mereka itu karena kewajibanmu itu hanyalah menyampaikan, sedangkan perhitungannya terserah Kami. Itulah sebabnya Allah Ta’alaberfirman, “Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka.” Yaitu, kamu tidak dapat menciptakan keimanan di dalam hati mereka. Diriwayatkan dari Jabir r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda,
“Aku diperintahkan untuk memrangi manusia sehingga mereka mengatakan, ‘Tidak ada Tuhan selain Allah.’ Dan bila mereka mengatakannya, mereka telah terpelihara dariku, darah dan harta mereka, kecuali karena alasan yang baik. Dan perhitungan mereka terserah Allah.” Setelah itu, Rasulullah saw. Membaca ayat, ‘Maka berilah peringatan, sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka’.”
Allah Ta’ala berfirman, “Tetapi orang berpaling dan kafir,” yaitu memalingkan diri sehingga tidak mengamalkan rukun-rukunnya dan kufur terhadap kebenaran dengan perbuatan dan ucapannya. Ini adalah seperti firman Allah Ta’ala, “Dia tidak membenarkan dan tidak pula shalat, akan tetapi mendustakan dan berpaling.” Itulah sebabnya Allah Ta’ala selanjutnya berfirman, “Maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar.” Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Umamah al-BAhili bahwa dia pernah lewat di depan Khalid bin Yazid bin Mu’awiyah, kemudian menanyakan kepadanya tentang kalimat yang paling lembut yang pernah dia dengar dari Rasulullah saw..
“Dia pernah mendengarkan Rasulullah saw. Bersabda, ‘Kalian semua pasti akan masuk surge, kecuali yang lari dari Allah, sebagaimana unta yang lari dari tuannya’.”
Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya kepada Kamilah kembali mereka, kemudian sesungguhnya kewajiban Kamilah menghisab mereka.” Yaitu, Kamilah yang akan menghisab mereka sesuai dengan amal perbuatan mereka dan Kami akan memberikan balasan untuk semuanya itu. Kebaikan dibalas dengan kebaikan dan keburukan dibalas dengan keburukan,
Demikianlah ringkasan tafsir surah al-Ghaasyiyah. Segala puji, kenikmatan, syukur, dan karunia hanyalah milik Allah semata.
|