|
TAFSIR AYAT 8-16
Setelah Allah menyebutkan keadaan yang akan dialami oleh orang-orang yang malang, maka Allah melanjutkan dengan menerangkan orang-orang yang pasti mendapatkan kebahagiaan. Maka Allah Ta’ala berfirman, “Banyak muka pada hari itu,” yaitu pada hari kiamat nanti, “berseri-seri” karena senang dapat dikenal lewat wajah-wajah mereka. Dan hal itu hanyalah dicapai dengan hasil jerih payahnya. “mereka senang karena usahanya,” amal perbuatannya telah direstui.
Allah SWT berfirman, “Dalam surga yang tinggi,” yaitu tinggi dan dipenuhi dengan berbagai kemegahan, di dalam kamar-kamar dengan rasa aman. “Tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna.” Yaitu, kamu tidak akan mendengar di dalamnya sesuatu yang tidak mempunyai faedah-faedah apa-apa, yaitu ucapan yang tidak bernilai, sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Mereka tidak mendengar di dalamnya suatu kesia-siaan dan dosa kecuali ucapan selamat dan selamat.”
Allah Ta’ala berfirman, “Di dalamnya ada mata air yang mengalir.” Ini merupakan lafal nakirah dalam susunan kalimat itsbat, namun bukan berarti hanya satu mata air, sebab lafal ini termasuk isim jenis, sehingga artinya: di dalamnya banyak terdapat mata air yang mengalir.” Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. Bersabda,
“sungai-sungai di dalam surga itu memancar dari bawah anak bukit atau dari bawah gunung kesturi.”
“Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan,” yaitu yang tinggi-tinggi, penuh dengan kenikmatan, banyak permadaninya, tiangnya tinggi-tinggi, dan di atasnya terdapat bidadari-bidadari. Mereka mengatakan, “Kalau salah seorang wali Allah hendak duduk di atas kasur-kasur yang tinggi itu, maka kasur-kasur itu akan bergerak merendah. “Dan gelas-gelas yang diletakkan,” yaitu piala-piala untuk minuman selalu tersedia dan menanti bagi siapa saja yang hendak meminumnya, disediakan para pelayannya. “Dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar,” yaitu terhampar di sana sini, bagi siapa saja yang hendak duduk di atasnya.
Diriwayatkan dari Usmah bin Zaid r.a. bahwa Rasulullah saw. Bersabda,
“Perhatikanlah! Adakah orang yang hendak masuk surge dengan segera? Karena surge itu tidak dapat dibayangkan. Itu adalah demi Tuhan Ka’bah cahaya yang berkilauan, kesenangan yang menggoda, istana yang kokoh, sungai yang mengalir, buah-buahan yang matang, istri yang baik dan cantik, sutra-sutra yang banyak, tempat tinggal untuk selamanya, di negeri yang penuh dengan keselamatan, buah-buahan, kelembutan, kegembiraan, kesenangan, di tempat yang tinggi dan penuh dengan kemegahan.” Mereka menjawab, “Tentu saja, wahai Rasulullah! Kami adalah orang-orang yang ingin segera masuk ke sana.” Rasulullah saw. Mengatakan, “Katakanlah, Insya Allah,” mereka mengatakan, “Insya Allah.”
(Hadits ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Majah.)
Tafsir Terbaru
Tafsir Sebelumnya:
|