Al-A'laa (1-13) PDF Cetak Surel
Ditulis oleh admin   
Sabtu, 07 November 2009 03:53

Iman Ahmad meriwayatkan bahwa Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, “Rasulullah saw. Sangat menyukai surah ini, Sabbihis marabbikal-a’laa.” Hadits ini hanya diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Ditegaskan dalam hadits Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah mengatakan kepada Mu’adz,

“Mengapa engkau tidak mengimami shalat dengan membaca sabbihisma rabbikal a’laa, wasy syamsi wa dluhaaha dan wal laili idza yaghsya.”

 

Imam Ahmad meriwayatkan dari Nu’man bin Basyir r.a., “Rasulullah saw membaca dalam dua hari Raya, sabbihismarabbikal-a’laa dan ‘hal ataaka hadiitsul-ghasyiah. Dan bila bertepantan dengan hari jum’at, beliau membaca kedua-duanya (baik untuk shalat Id maupun untuk shalat jum’at).”

Dan diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya dari Ka’ab, Abdullah bin Abbas, Abdurrahman bin Abza dan Aisyah bahwa Rasulullah saw. Dalam shalat witir membaca sabbihismarabbikal-a’laa’, ‘qul yaa ayyuhal-kaafirun’, ‘qul huwallahu ahad. Dan ditambahkan oleh Aisyah, “Dan surah al-mu’awwa-dzatain.”

 

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang.

 

TAFSIR Ayat 1-13

Imam Ahmad meriwayatkan dan Uqbah bin al-Juhani,

“Ketika turun ayat fa sabbih bismirabbikal ‘azhim, Rasulullah saw. Mengatakan kepada kami, ‘Lakukanlah perintah ini dalam ruku-ruku kamu.’ Ketika turun ayat sabbihismarabbikal a’laa, Rasulullah saw. Bersabda, ‘lakukanlah perintah ini dalam sujud-sujud kamu’.” Hadits ini diriwayatkan pula oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw. Bersabda,

“Bila membaca sabbihismarabbikal a’laa, maka hendaklah dia mengatakan, ‘Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.

“Aku penrnah mendengar Ali membaca ayat sabbihisma-rabbikal a’laa, lalu dia membaca, ‘Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi’.” Allah Ta’ala berfirman, “Yang menciptakan dan menyempurnakan,” Yaitu yang telah menciptakan semua makhluk dan menyempurnakan bentuknya dengan bentuk yang paling sempurna. Allah Ta’ala berfirman, “Dan yang menentukan kadar dan member petunjuk,” yaitu menunjukkan manusia untuk memilih mana jalan menuju kesengsaraan dan jalan menuju kebahagiaan. Dan memberikan petunjuk, melalui bintang-bintang, ke tempat-tempat untuk menggembalakan ternak. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala ketika mengabarkan Musa a.s. bahwa dia pernah mengatakan kepada Fir’aun, “Tuhan kamilah yang telah memberikan kepada segala sesuatu yang telah Dia ciptakan, kemudian memberinya petunjuk.” Sebagaimana ditegaskan dalam hadits Muslim dan Abdullah bim Amr bahwa Rasulullah saw. Bersabda,

“Allah telah menentukan kadar-kadar makhluk 50.000 tahun sebelum menciptakan langit dan bumi. Dan Arsy-Nya berada di atas air.”

Allah SWT berfirman, “Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan,” yang terdiri dari berbagai macam tumbuhan dan tanaman, “lalu dijadikan-Nya rumput-rumput itu kering kehitam-hitaman,” yaitu kering dan berubah. Selanjutnya Allah Ta’ala berfirman, “Kami akan membacakan kepadamu maka kamu tidak akan lupa.” Yaitu, Kami akan membacakan kepadamu qira’at yang tidak akan pernah kamu lupakan. “kecuali kalau Allah menghendaki.” Oleh karena itu, janganlah kami meninggalkan bacaan itu. Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. “Yaitu yang mengetahui yang dinampakkan oleh hamba-hamba-Nya dan yang tersembunyi oleh mereka, baik berupa ucapan, maupun perbuatan. Tidak ada sedikit pun yang tersembunyi daripada-Nya.

Allah SWT berfirman, “Dan Kami akan member kami taufik kepada jalan yang mudah,” yaitu Kami akan memberikan kemudahan kepadamu dalam melakukan hal-hal yang baik. Dan akan memberikan syariat yang lurus kepadamu, tidak ada kesempatan dan tidak ada kesukaran di dalamnya. Selanjutnya Allah Ta’ala berfirman, “Oleh sebab itu, berikanlah peringatan jika peringatan itu bermanfaat,” yaitu berikanlah peringatan di kala peringatan itu bermanfaat. Dari sini dapat kita ambil adab dalam menyebarkan ilmu, tidak boleh diberikan kepada orang yang bukan ahlinya. Sebagaimana yang telah dikatakan oleh Amirul Mukminin Ali r.a., “Tidak engkau sampaikan kepada suatu kaum sebuah hadits yang tidak dapat ditangkap oleh akal pikiran mereka, melainkan akan menjadi fitnah bagi sebagian dari mereka.

Allah Ta’ala berfirman, “Orang yang takut akan mendapat pelajaran,” yaitu risalah yang dating ini akan dijadikan tuntutan nasihat bagi orang yang hatinya dipenuhi rasa takut kepada Allah Ta’ala. “Orang-orang yang celaka akan menjauhinya, orang yang akan memasuki api yang besar. Kemudian dia akan mati di dalamnya dan tidak hidup.” Yaitu, dia tidak mati sehingga dapat beristirahat dari sakitnya siksaan, dan tidak hidup dengan kehidupan yang dapat memberikan manfaat bagi dirinya, karena di dalamnya dia disiksa dengan siksaan yang amat pedih dan hukuman-hukuman yang beraneka ragam. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Sa’id al-Khudri r.a. bahwa Rasulullah saw. Bersabda,

“Adapun ahli neraka, mereka adalah penghuninya, maka di sana mereka tidak mati dan tidak pula hidup. Akan tetapi, ada beberapa yang sudah terkena jilatan api neraka karena dosa dan kesalahan mereka, lalu mereka dimatikan sehingga kerika mereka telah menjadi arang, mereka diizinkan untuk mendapat syafaat. Maka mereka dihadirkan kelompok demi kelompok, kemudian diceburkan ke dalam sungai-sungai surge. Lalu dikatakanlah, “Hai penghuni surge, curahkanlah air kepapa mereka.’ Lalu mereka tumbuh sebagaimana tumbuhnya biji-bijian yang dibawa arus air.”

(Diriwayatkan pula oleh Imam Muslim).


Tafsir Terbaru