AL-ASHR 1 - 3 PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Pritta   
Kamis, 03 Desember 2009 04:44

Demi masa. (1) Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada di dalam kerugian . (2) Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaraan dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaraan.(3)

“Demi masa.” Al-ashr artinya ‘zaman’. Zaid bin Aslam mengatakan bahwa al-ashr berarti shalat ashar. Namun, arti yang masyhur adalah arti yang dikemukakan oleh pendapat pertama. Allah Ta’ala bersumpah dengan masa bahwa manusia itu sesungguhnya berada dalam kerugian dan kebinasaan, “Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh.” Kemudian Allah mengecualikan dari manusia yang rugi itu orang-orang yang hatinya beriman dan anggota badannya mengerjakan amal saleh. “Dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.” Yaitu, bersabar atas musibah, takdir yang telah ditetapkan kepadanya, dan gangguan yang diberikan oleh orang-orang yang diperintahkan untuk berbuat baik dan menjauhi kemungkaran.



Amr bin Ash, sebelum dia masuk islam, menyebutkan bahwa dia datang kepada Musailamah al-Kadzdzab. Maka, Musailamah al-Kadzazab mengatakan kepadanya, “Apa yang telah diturunkan kepada kawan kamu (Nabi Muhammad saw.) pada waktu ini?” Dia menjawab, “Sesungguhnya telah diturunkan kepadanya sebuah surah ringkas namun sangat dalam.” Dia bertanya, “Surah apa itu?” Amar menjawab, “Wal’ashri…wa tawaashau bis shabri.” Musailamah berfikir sejenak, kemudian berkata, “Dan telah diturunkan pula kepadaku yang seperti itu.” Amar bertanya, “Apa itu?” Musailamah menjawab, “Ya wabr ya wabr wainnama anta udzunaani washadr wasaa iruka hafrub naqar (Hai marmut, hai marmut. Sesungguhnya engkau punya dua telinga dan dada. Dan semua jenis kamu suka menggali dan melubangi).” Kemudian dia bertanya, “Bagaimana menurut pendapatmu hai Amar?” Amar menjawab, “Demi Allah. Sesungguhnya engkau pasti tahu bahwa sesungguhnya aku mengetahui kamu adalah pendusta.”
Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan, “Kalau umat manusia merenungkan surah ini, pastilah dia meliputi mereka (memadai).”

Demikianlah, ringkasan tafsir surah al-Ashr. Segala puji dan kenikmatan milik Allah semata.

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 03 Desember 2009 04:46