|
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. (1) Sampai kamu masuk ke dalam kubur.(2) Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.(3) Dan janganalh begitu, kelak kamu akan mengetahui.(4) Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, (5) niscahya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim. (6) Dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ainul yaqin. (7) Kemudian pasti kamu akan di tanyai pada hari itu tentang kenikmatan. (8)
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.” Bermegahan dengan anak,harta,dan dunia telah melalaikan kamu dari akhirat” hingga kamu masuk ke dalam kubur.” Yaitu, hingga kematian datang menjemput kamuDiterangkan dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah saw. bersabda,
“Seorang hamba akan mengatakan, “Hartaku! Hartaku!’ Padahal yang menjadi hartanya itu hanyalah yang dia makan kemudian habis dan yang dia pakai kemudian usang, dan yang dia sedekahkan, maka akan terus mengalir, Selain itu akan sirna dan di tinggalkan untuk orang lain.”
Diterangkan dalam Shahih Muslim dari Anas bin Malik r.a bahwa Rasulullah saw. bersabda,
“Ibnu Adam akan menjadi tua renta, namun ada dua hal yang masih tetap bersamanya : rakus dan panjang angan-angan.”
Ibnu Aksir meriwayatkan dalam biografi Ahnaf bin Qais bahwa dia pernah melihat uang dirham di tangan seseorang, lalu dia bertanya, “Kepunyaan siapakah uang dirham itu” Orang itu menjawab, “Miliku.” Ahraf berkata, “Uang itu milikmu bila kamu belanjakan, baik untuk memperoleh pahala maupun dengan maksud bersyukur.”Kemudian dia membaca sebuah puisi dari seorang penyair, “Engkau dimiliki harta, bila engkau menahanya Bila engkau mendemarkanya, maka harta itu milikmu”
Allah Ta’ala berfirman,”Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui, dan jangan lah begitu, kelak kamu mengetahui .”Hasan berkata,” Ayat ini merupakan ancaman setelah ancaman .” “Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,”yaitu kalau kamu mengetahui dengan pengetahuan yang sebenarnya, pastilah banyak harta dan anak tidak akan melalaikan kamu dari mencari akhirat, sampai kamu masuk kuburan. Kemudian Allah Ta’ala berfirman, “Niscahya kamu benar-benar akan melihat neraka jahim. Dan sesungguhnya kamu akan melihat dengan ainul yaqin.” Ayat ini merupakan penjelasan terhadap ancaman yang telah di sebutkan sebelumnya, yaitu firman Allah Ta’ala, “Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui, kemudian janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui,”Allah telah mengancam mereka dengan suasana ini:ahli neraka menyaksikan saat api neraka bernafas sekali, maka akan tersungkurlah malaikat muqqaroobin dan para nabi yang diutus Allah di atas kedua lututnya, lantara rasa takut, ¸kehebatan dan kengerian yang lihat ketika itu . Firman Allah Ta’ala,”Kemudian pasti kamu akan ditanyai pada waktu itu tentang kenikmata,”Yaitu, kemudian pasti kamu akan ditanyai pada hari itu tantang kenikmata,” Yaitu, kemudian pada hari itu, kamu semua pasti akan ditanya tentang perbuatan bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah kepada kamu, berupa kesehatan, keamanan, rezeki, dan lain sebagainya. Ibnu jarir meriwayatkan bahwa Abu Hurairah ra.berkata, “Ketika Abu Bakar dan Umar duduk, tiba-tiba datanglah nabi SAW. menghampiri mereka dan bertanya, ‘Mengpa kalian duduk disini’ Keduanya menjawab, ‘Demi yang telah diutus engkau dengan membawa kebenaran, tidak tidak ada yang menyebabkan kami keluar rumah melainkan raasa lapar, ‘Nabi kemudian bersabda, ‘Demi yang telah mengutus aku melainkan rasa lapar juga. ‘Mereka pergi kerumah salah seorang penduduk anshar.Kedatangan mereka disambut oleh seorang wanita, lalu Nabi Saw bersabda, mana si fulan?Dia menjawab,’Pergi mencari air untuk kami.’Lalu datanglah suami danga membawa kantung air.Dia berkata,’Selamat datang!Tiada kunjungan seorang hamba yang lebih baik selain kunjunga seorang nabi kepadaku pada hari ini, ‘Lalu dia menggantungkan qirbahnya di dahan kurma. Dia pun pergi lagi dan datang sambil membawa setandan anggur untuk menjamu mereka. Nabi Saw. bertanya,’Mengapa kamu tidak memimpilnya? Dia menjawab,’Aku lebih suka kalian sendiri yang memilihnya sesuai dengan kalian suka.’Kemudian dia mengambil pisau, lalu NabiSaw mengatakan kepadanya,’Hati –hati kamu dengan perahan,’ pada hari ini dia menyembelih kambing. Kemudian mereka pun makan. Setelah itu beliau bersabda kepada kedua orang sahabatnya,’ Kita pasti akan ditanya tentang ini semua pada hari kiamat nanti. Rasa lapar telah membuat kalian keluar dari rumah kemudian kalian pulang dangan kenyang. Semua ini merupakan kenikmatan,” Hadist ini diriwayatka pula oleh Muslim,Abu Ya’la, dan Ibnu Hibban.Diriwayatkan pula oleh penyusun kitab sunan yang empat. Sehubungan dengan firman Allah,”Kemudian pasti kamu akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan,”Ali bin Abi Talhah meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas menafsirkan,”Kenikmatan itu adalah kesehatan badan,pendengaran,penglihatan. Allah akan menanyakan kepada hamba-hambaNya,pada apa saja mereka menggunakan semua itu.Sedangkan , Dia sendiri lebih tahu tetang hal itu daripada mereka.Itulah firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban.”Dan telah ditegaskan dalam shahih bukhari dan sunan thirmidzi an-Nasa’i,dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah saw. bersabda,
“Dua nikmat yang membuat kebanyakaan manusia tertipu, yaitu kesehataan dan waktu luang,” Arti hadits ini: mereka sangat sedikit mensyukuri dua nikmat ini, mereka tidak melakukan kewajiban yang dituntut dari kedua nikmat ini. Dan, orang yang tidak melakukan hak yang telah di kewajiban kepadanya, adalah orang yang tertipu. Demikianlah ringkasan tafsir surah at-Takaatsur. Segala puji dan kenikmatan milik Allah.
|