Ath-Thaariq (1-10) PDF Cetak Surel
Ditulis oleh admin   
Sabtu, 07 November 2009 04:06

TAFSIR AYAT  1-10

An-Nasa’i meriwayatkan bahwa Jabir r.a. berkata, “Mu’adz pernah mengalami shalat dengan membaca surah al-Baqarah dan an-Nisaa’. Lalu, Nabi saw. Bersabda,

“Apakah engkau hendak menebarkan fitnah, ya Mu’adz! Mengapa tidak engkau cukupkan saja dengan membaca was-samaa’i wath-thariq dan wasysyamsi wa dluhaaha dan yang serupa?”

Allah Ta’ala bersumpah dengan langit beserta bintang-gemintang bercahaya terdapat di sana. Itulah sebabnya Allah Ta’ala berfirman, “Demi langit yang dating pada malam hari.” Kemudian Allah Ta’ala berfirman, “Tahukah kamu apa yang dating pada malam hari?” kemudian Allah menafsirkan dengan firman-Nya, “Bintang yang cahayanya menembus.”6


Qatadah dan yang lain mengatakan, “Bintang dinamakan dengan ath-Thariq karena bintang itu hanyalah dapat dilihat di malam hari dan tertutupidi siang hari. Hal ini dikuatkan oleh sebuah hadits sahih, “Rasulullah melarang seseorang menthariq keluarganya. Maksudnya, melarang mendatangi keluarga mereka dengan tiba-tiba di malam hari.” Dan, terdapat pula dalam hadits lain mengenai doa dikatakan,

“Kecuali seseorang yang datang membawakebaikan, wahai yang Maha Pemurah.”

Sedangkan firman Allah Ta’ala ats-tsaqib, artinya adalah yang menerangi sekaligus membakar setan-setan.

Allah Ta’ala berfirman, “Tidak ada satu jiwa pun melainkan ada penjaga-nya.”artinya, setiap jiwa itu oasti mempuyai penjaga yang akan memeliharanya dari berbagai macam hal yang tidak diinginkan, sebagaimana firman-Nya, “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.” (ar-Ra’d:11) Firman Allah Ta’ala, “Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan” merupakan peringatan bagi umat manusia tentang asal mulanya yang sangat lemah, yang dia tercipta darinya. Dan, sebagai bimbingan agar menyadari hari berbangkit karena mengembalikan kejadian manusia adalah lebih mudah bagi-Nya, sebagaimana firman-Nya, “Dan Dialah yang telah menciptakan pertama kali kemudian Dia akan mengunjungi lagi penciptaan-Nya itu, dan itu adalah lebih mudah.”

Allah Ta’ala berfirman, “Dia diciptakan dari air yang terpancar.” Yaitu, air mani yang keluar dengan memancar dari laki-laki dan dari perempuan, lalu dari kedua unsur ini lahirlah anak dengan izin Allah Ta’ala. Itulah sebabnya Allah Ta’ala berfirman, “Yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada,” yaitu dari tulang sulbi laki-laki dan tulang dada wanita. Adapun airnya berwarna kuning dan sangat lembut, yang tidak akan menjadi anak melainkan dari campuran keduanya. Ibnu Ibbad mengatakan, “Inilah yang dimaksud dengan tulang dada itu. Dia kemudian menyimpan tangannya tepat di dadanya.” Dan diriwayatkan pula darinya, “Antara dua buah dada wanita.”

Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya,” yaitu mengembalikan manusia yang diciptakan dari air yang terpancar tadi, yaitu mengembalikan dan membangkitkannya untuk menuju negeri akhirat adalah mahakuasa karena yang kuasa menciptakan pertama kali tentu lebih kuasa untuk mengembalikannya lagi. Itulah sebabnya Allah Ta’ala berfirman, “Pada hari ditampakkan sega rahasia.” Yaitu pada hari kiamat nanti, artinya segala macam rahasia akan tampak dan terang. Ditegaskan dalam hadits Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw. Bersabda,

“Akan dipasang sebuah bendera untuk setiap orang pengkhianat di belakang pantatnya. Dan akan dikatakan, ‘Inilah pengkhianatan si fulan bin si fulan’.”

Selanjutnya Allah Ta’ala berfirman, “Maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun dan tidak seorang penolong.” Yaitu, dia tidak mampu menyelamatkan dirinya dari siksa Allah dan orang lain pun tidak ada yang dapat memberikan pertolongan kepadanya.

---------------------------------------------------------

 

[1] Salah seorang dari mereka (ahli isyarat ) ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ath-thariq dan an-najmuts-tsaqib itu adalah Muhammad saw. Ini adalah penafsiran yang batil. Karena, Rasulullah sendiri lebih mulia dari semua makhluk yang ada di muka bumi dan langit. Sedangkan, yang lebih mulia itu tidak dapat diserupakan dengan yang tingkatan kemuliaannya lebih rendah. Dan, Rasulullah saw. Tidah pernah menjadi bintang walaupun hanya selama sehari, kemudian berubah menjadi manusia, sebagaimana yang mereka sangka itu.

<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face {font-family:"DejaVu Sans"; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:none; mso-hyphenate:none; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman","serif"; mso-fareast-font-family:"DejaVu Sans"; mso-font-kerning:.5pt; mso-fareast-language:#00FF;} span.MsoFootnoteReference {mso-style-noshow:yes; mso-style-unhide:no; mso-style-parent:""; vertical-align:super;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} -->


Tafsir Terbaru

Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 07 November 2009 04:19