|
Tafsir Al Zalzalah Ayat 1 - 8
Ibnu Abbas r.a. mengatakan, “Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya,” yaitu digerakkan dari bagian bawahnya, “dan bumi telah mengeluarkan beban-beban yang beratnya,” yaitu melemparkan mayat-mayat yang ada di dalamnya. Penafsiran ini dikatakan pula oleh ulama-ulama salaf yang lain. Dan ini adalah seperti firman-Nya, “Dan apabila bumi diratakan, dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong.” (al-Insyiqaq: 3-5) diterangkan dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. Bersabda
“Bumi mengeluarkan bagian-bagian intinya seperti tiang-tiang yang terbuat dari emas dan perak. Pembunuh dihidupkan, lalu berkata, ‘Karena inilah, aku dibunuh.’ Pemutus silaturahmi dihidupkan, lalu mengatakan, ‘Karena inilah, aku memutuskan silaturahmi.’ Pencuri dihidupkan dan mengatakan, ‘Karena inilah, tanganku dipotong.’ Kemudian mereka meninggalkannya dan tidak mengambil apa pun darinya.”
Firman Allah Ta’ala, “Dan manusia bertanya, ‘Apakah yang terjadi dengannya?’” Yaitu, dia tidak percaya dengan peristiwa yang tengah dia hadapi. Bumi yang tadinya begitu kokoh, kemudian bergoncang, kemudian mengeluarkan semua isi yang dikandungnya, yaitu mayat-mayat orang-orang yang terdahulu dan yang terakhir. Firman Allah Ta’ala, “Pada hari itu bumi menceritakan beritanya.” Yaitu, menceritakan perbuatan yang telah dilakukan oleh orang-orang di permukaannya. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanadnya bahwa Abu Hurairah berkata,
“Rasulullah saw. Membaca ayat pada hari itu bumi menceritakan beritanya, ‘lalu berkata, ‘Apakah kamu tahu berita apakah yang akan disampaikan oleh bumi itu?’ mereka mengatakan, ‘Hanya Allah dan rasul-Nya yang tahu.’ Rasulullah saw. Melanjutkan, Berita yang akan disampaikannya itu adalah kesaksiannya tentang amal perbuatan yang telah dilakukan oleh setiap hamba, baik laki-laki maupun perempuan di atas permukaannya, yaitu dengan mengatakan, ‘Dia telah melakukan ini dan ini dan ini.’ Itulah berita yang akan disampaikan oleh bumi itu.’ (“Hadits ini diriwayatkan pula oleh Imam Tirmidzi dan beliau mengatakan, “Hadits ini hasan, sahih, gharib.”)
Firman Allah Ta’ala, “Karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan kepadanya,” yaitu memerintahkannya agar terbelah supaya mereka dapat keluar maka bumi itu pun terbelah. Dan, memerintahkan untuk berbicara maka bicaralah dia. “Pada hari itu manusia keluar dari kubur-kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, “yaitu terdiri dari beberapa golongan, macam, dan tingkatan dalam hal mendapatkan kemalangan dan kebahagiaan. “Supaya diperlihatkan kepada mereka pekerjaan mereka,” yaitu supaya mereka beramal dan akan di balas amal mereka itu. Bila baik maka di balas dengan ke baikan, bila jelek maka di balas dengan ke jelekan. Itulah sebabnya, Allah selanjutnya berfirman, “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, niscahya dia akan melihatnya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscahya dia akan melihatnya pula. “ Imam Ahmad meriwayatkan dengan sanadnya dari al-Hasan dari Sha’sha’ah bin Mu’awiyah paman al-Farasdaq bahwa dia pernah datang menjumpai Nabi saw., lalu membacakan kepadanya ayat, “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, niscahya dia akan melihatnya. Dan barangsiapa yang mengerjakaan kejahatan sebrat dzarrah, niscahya dia akan melihatnya pula.” Rasulullah saw. Mengatakan,”Cukuplah ayat ini bagiku. Aku tidak peduli, walaupun tidak mendengarkan lainnya.” Diterangkan dalam Shahih Bukhari dari Adi secara marfu’,
“Peliharalah dirimu dari sentuhan api neraka walaupun dengan separo kurma, walaupun dengan kalimat thayyibah.”
Juga terdapat di dalam Shahih Bukhari,
“Janganlah kalian meremehkan perbuatan baik apa pun, walaupun berupa pencurahan air dari embermu ke dalam wadah orang yang minta air kepadamu, atau engkau menemui saudaramu dengan wajah yang berseri.”
Juga diterangkan dalam hadits shahih,
“Hai para wanita beriman, janganlah meremehkan kebaikan tetangganya kepadanya tetangganya walaupun hanya dengan menyedekah kan kuku kambing,”
Di dalam hadits lain dikatakan,
“Penuhilah permintaan peminta walaupun dengan kuku yang di baker.”
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Aisyah bahwa Nabi saw. berkata
“Hai Aisyah,hati-hatilah kamu terhadap dosa-dosa kecil karena bagi dosa-dosa itu di sisi Allah ada tuntutanya. “
Diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah saw. bersabda,
“Hati-hatilah kamu terhadap dosa-dosa kecil karena dosa-dosa itu akan ber kumpul pada diri seseorang sehingga pada akhirnya akan membinasahkannya…”
Demikianlah ringkasan tafsir surah az-Zalzalah. Segala puji dan kenikmatan hanyalah milik Allah.
|