Al-Buruuj (11-22) PDF Cetak Surel
Ditulis oleh admin   
Sabtu, 07 November 2009 04:38

TAFSIR AYAT 11-22

 

Allah SWT mengabarkan tentang hamba-hamba-Nya yang beriman bahwa “bagi mereka surge yang mengalir di bawahnya sungai-sungai”. Lain halnyadengan sesuatu yang telah disediakan untuk musuh-musuh-Nya berupa pembakaran dan neraka Jahim. Itulah sebabnya Allah Ta’ala berfirman, “Itulah keberuntungan yang besar.” Kemudian Allah berfirman, “Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras.” 1


Yaitu, sesungguhnya siksa dan hukuman-Nya terhadap musuh-musuh-Nya yang telah mendustakan dan menentang para utusan-Nya adalah sangat besar dan kuat, karena Allah \Ta’ala mempunyai kekuatan yang sangat kokoh, yang bila Dia berkehendak maka terwujudlah sebagaimana yang Dia kehendaki dalam sekejab mata, atau lebih cepat lagi. Itulah sebabnya Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Dialah Yang Menciptakan dari permulaan dan menghidupkannya,” dengan kekuatan dan kekuasaan-Nya yang sangat sempurna, Dia menciptakan makhluk pertama kali kemudian mengmbalikannya kembali sebagaimana Dia telah menciptakannya pertama kali, tanpa ada halangan dan rintangan. “dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih” dengan mengampuni dosa bagi orang yang bertobat kepada-Nya dan tunduk patuh kepada-Nya, apa pun dosa yang telah dilakukannya itu. Mengenai al-Wadud, telah dikatakan oleh Ibnu Abbas dan yang lainnya, artinya, “Yang sangat mencintai.”

Allah SWT berfirman, “Yang mempunyai Arsy lagi Mahamulia,” Dia mempuyai Arsy yang Mahaaung dan Mahatinggi dari semua makhluk-Nya. Mengenai al-Majid, terdapat dua qira’at yang membaca kata itu dengan rafa’ yang berarti menjadikan kata itu sebagai sifat bagi Allah  Ta’ala, dan yang membacanya dengan jar sehingga ia menjadi sifat bagi Asry-Nya. Makna dari kedua qira’at ini benar. “Mahakuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya,” yaitu apa saja yang Dia kehendaki maka Dia akan melakukannya. Tidak ada yang menuntut akibat dari keputusan-Nya itu. Dan tidak ada yang menanyakan kepada-Nya tentang apa yang Dia lakukan karena keagungan-Nya, kekuasaan-Nya, hikmah-Nya dan keadilan-Nya. Pernah ditanyakan kepada Abu Bakar ketika beliau sakit keras yang mengantarkan kepada kematiannya, “Apakah dokter telah memeriksa Anda?” Dia menjawab, “Ya.” Mereka bertanya, “Apa yang dikatakannya kepadamu.”. Dia mengatakan kepadaku, “Sesungguhnya aku hanyalah dapat berbuat sebagaimana yang Dia kehendaki.”

Allah SWT berfirman, “Sudahkah dating kepadamu berita kaum-kaum penentang, Fir’aun, dan Tsamud?” Yaitu, apakah telah sampai kepadamu tentang azab yang telah menimpa mereka dan tentang hukuman yang telah turun kepada mereka, yang tidak ada seorang pun dari mereka yang sanggup menahannya? Ini merupakan penegasan dari firman Allah Ta’ala yang sebelumnya, “Sesungguhnya siksa Allah itu benar-benar keras,” yakni bila orang zalim telah menganiaya, maka Dia akan menyiksanya dengan siksaan yang amat pedih, sebagaimana halnya siksaan dari yang gagah dan berkuasa. 2


Allah SWT berfirman, “SEsungguhnya orang-orang kafir selalu mendustakan,” yaitu mereka selalu berada dalam kebimbangan, keraguan, kekufuran, dan pembangkangan, “padahal Allah mengepung mereka dari belakang mereka.” Yaitu, Dia berkuasa atas mereka. Mereka tidak dapat luput dari siksaan-Nya dan tidak dapat melemahkan-Nya. “Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al-Qur’an yang mulia,” agung dan terhormat, “dalam Lauh MAhfuzh,” yaitu di al-mala’ul a’la, terpelihara dari segala bentuk penambahan dan pengurangan, perubahan dan pergantian. 3


Demikianlah, ringkasan tafsir surah al-Buruuj. Segala puji dan kenikmatan hanyalah milik Allah semata.

---------------------------------------------------
1 Sesungguhnya Penyiksaan Allah merupakan salah satu dari kalian banyak sifat Allah yang tidak boleh kita serupakan denagan sifat makhluk-Nya yang mana pun. Akan tetapi, tidak ada hentinya pandangan-pandangan penganut union mystic yang menegaskan di dalam kitab-kitab mereka krizinkan kekufuran. Ketika salah seorang dari mereka mengatakan setelah membaca ayat, “Sesungguhnya siksa Allah itu benar-benar keras,” katanya, “Dan sesungguhnya sisaku adalah lebih keras.” Kita berlindung kepada Allah daripada kekufuran dan kemurtadan dan penyimpangan yang sangat buruk dari tarekat yang menyimpang ini yang tidak dilahirkan kecuali untuk menentang Islam. Tetapi, Allah SWT selalu mengembalikan makar mereka kepada diri mereka sendiri mengilhamkan siapa saja yang dikendaki di antara hamba-nYa untuk menolong agama-Nya dan meninggikan kalimat-Nya.

2 Maka apakah artinya ucapan orang yang mengatakan, “Bahwa siksaku lebih besar?” apakah dia mampu memberikan siksaan sebagaimana siksaan dari yang gagah perkasa lagi berkuasa? Apakah orang yang bengkak-bengkak pada tubuh karena terkena siksa, mampu menolak siksa Allah darinya? Jawabnya, “Tidak akan.” Kalau begitu, bagaimana mungkin siksanya itu lebih hebat dari siksa Allah, di saat dia sendiri tidak mampu menolak siksa Allah yang menimpa dirinya? Kita berlindung kepada Allah Ta’ala dari kekufuran. Ucapan seperti ini sangat mestahil dikatakan oleh seorang muslim.

3 Akan tetapi orang-orang zindik para penganut paham penitisan dan kemanunggalan Tuhan dan hamba, semoga Allah menghinakan mereka, tidak berkeyakinan bahwa Lauh Mahfuzh itu terpelihara. Hal itu karena mereka beranggapan bahwa mereka sendiri mampu mengubahnya sesuai dengan yang mereka dan menetapkan padanya sesuatu yang mereka inginkan. Dan mereka mengaku, “Bahwa salah seorang dari guru mereka dapat menghapus dengan tangannya kesengsaraan salah seorang murudnya, lalu menerapkan kebahagiaan bagi dirinya. Dan yang paling menyakitkan hati, ternyata masih ada beberapa orang umat ini yang membenarkan kedustaan, kebatilan, dan kezindikan mereka. Bila kenyataan seperti yang mereka kira bahwa Luh Mahfuzh dan takdir-takdir-Nya dapat disentuh dan dihapus, maka mengapa Allah menamakannya dengan MAhufuzh (yang artinya terpelihara)? Kita dapat mendebat mereka, bila mereka masih berpegang dengan akidah yang busuk ini, agar menghapus dari Lauh Mahfuzh itu kemalangan mereka sendiri, sebelum menghapus kemalangan murid-murid mereka dan menghapuskan ketetapan bahwa mereka akan tinggal selamanya dalam neraka Jahannam, bila benar mereka dapat melakukannya. Ya Allah, kepada Engkau kami serahkan orang-orang zalim itu karena sedikit pun mereka tidak akan sangguo melemahkan-Mu.


Tafsir Sebelumnya:

Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 07 November 2009 04:51