|
TAFSIR AYAT 1 – 12
An – Nasa'i meriwayatkan dari bahwa Jabir bin Abdillah r.a berkata, “Muadz berdiri kemudian shalat isya dan sangat memanjangkannya. Rasulullah saw. bersabda,
'Apabila kamu hendak menebarkan fitnah, hai Mu'adz? Mengapa kamu tidak membaca sabbihisma rabbikal a'la, wadhuha, dan iddzas samaa'un fatharat?'” ( Asal matan hadits ini terdapat dalam Bukhari dan Muslim. Akan tetapi, khusus untuk idzas samaa'un fatharat hanya disebutkan dalam riwayat An – Nasa'i. )
Allah Ta'ala berfirman, “Apabila langit terbelah, dan apabila bintang – bintang jatuh berserakan, dan apabila lautan dijadikan meluap,” yaitu meluap sehingga airnya habis,” dan apabila kuburan – kuburan dibongkar,” yaitu dan keluarlah isinya. “maka tiap – tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya dan yang dilalaikannya.” Yaitu, bila semua peristiwa diatas terjadi, tahulah setiap jiwa apa yang telah dia kerjakan, yang baik dan yang buruk.
Allah Ta'ala berfirman, “Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah sehingga kamu berbuat kemaksiatan. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam sebuah hadits,
“Allah akan berfirman di hari kiamat nanti, Hai anak Adam, apakah yang telah memperdayakan kamu terhadap-Ku? Hai Ibnu Adam, mengapa kamu tidak mengikuti para utusan?'”
Diriwayatkan oleh Ibnu Hatim dengan sanadnya dari Yahya al – Bakkaa, katanya, “Aku telah mendengar Ibnu Umar mengatakan, ketika beliau membaca yaa ayyuhal-insaanu maa qharraka birabbikal-kariim, katanya, ' Demi Allah, kebodohannya yang telah memperdayakannya.'” Dan diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan yang lain, “Tidak ada yang memperdayakan anak cucu Adam kecuali musuh setaniah ini.” Abu Bakar al – Warraq berkata, “Kalau dia mengatakan kepadaku, 'Apakah yang telah memperdayakan kamu terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah?' Pastilah aku mengatakan, 'Kepemurahan Yang Maha Pemurah jualah yang telah memperdayakan aku.'” Hal ini dikatakan pula oleh sebagian ahli isyarat ( simbolistis ). Allah menyebutkan” Dengan Tuhanmu Yang Maha Pemurah”, tidak dengan nama – nama dan sifat – sifat – Nya yang lain, seolah – olah Allah sendiri telah mendiktekan jawabannya.
|