|
TAFSIR Ayat 16 – 29
Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib r.a., “Falaa uqsimu bil khunnasil jawaaril-kunnasi maksudnya adalah bintang – bintang yang bersembunyi di siang hari dan menyapu bersih di malam hari,” “Sungguh, Aku bersumpah gengan bintang – bintang, yang beredar dan menyapu bersih, demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya,” yaitu apabila malam telah semakin gelap. Namun, yang dimaksud sisini adalah bila malam telah tiba. Seolah – olah Allah bersumpah dengan malam dan kegelapannya bila tiba dan dan dengan waktu pagi dan cahayanya bila terbit. Sebagaimana firman – Nya, “Demi malam apabila menyelimuti dan siang bila menampakkan diri.” “Dan demi subuh apbial fajarnya mulai menyingsing.” yaitu bila mulai terbit , bersinar, dan tiba. Dan firman Allah Ta'ala, “Sesungguhnya Al – Qur'an itu benar – benar firman ( Allah yang dibawa oleh ) utusan yang mulia.” Yaitu, sesungguhnya Al – Qur'an ini adalah yang disampaikan oleh utusan yang mulia, yaitu malaikat yang sangat mulia, ialah Jibril a.s. “sebagaimana firman – Nya, “yang telah diajarkan kepadanya oleh yang sangat kuat dan kokoh.” Artinya, tubuhnya sangat kuat dan dan sangat hebat perbuatan dan kekuatannya.” Yng mempunyai kedudukan tinngi di sisi Allah yang mempunyai Arsy.” Yaitu, dia mempunyai kedudukan tertentu di sisi Allah Ta'ala dan martabat yang sangat tinggi, “yang ditaati disana,” yaitu langit. Perkataanya selalu didengar dan ditaati al – mala'ul a'la. Ia bukan kelompok malaikat biasa, akan tetapi dia termasuk kelompok malaikat yang dipertuan dan terhormat, sangat diperhatikan, dan diplih untuk menyampaikan risalah yang sangat agung ini.
Dan firman Allah Ta'ala, “Lagi dipercaya” adalah menyifati Jibril dengan sifat al – amin, yaitu terpecaya. Dan ini merupakan penghormatan yang sangat besar sekali, dimana Allah telah menyucikan hamba dan utusan – Nyayang malaikat, yaitu Jibril sebagaimana telah menyucikan hamba dan utusan – Nya yang manusia, yaitu Muhammad saw. dengan firman – Nya, “Dan temanmu itu bukanlah sakali – kali orang yang gila.” Maksudnya adalah Muhammad. Selanjutnya Allah Ta'ala berfirman, “Dan sesungguhnya dia itu melihatnya di ufuk yang terang.” Maksudnya, Muhammad telat melihat jibril yang datang kepadanya dengan membawa risalah dari Allah dalam sosok malaikat yang telah diciptakan Allah dengan bentuk itu, dia mempunyai 600 sayap. “Di ufuk yang terang.” Dan inilah peristiwa pertama Nabi saw. melihat Jibril. Penggalan ini sebagaimana yang telah disebutkan oleh Allah lewat firman – Nya, “Sedangkan dia berada di ufuk yang tinggi, kemudian dia mendekat dan bertambah dekat lagi.” Pada zahirnya, wallahu 'alam, surah ini sebelum Isra, karena di dalamnya tidak disebutkan kecuali peristiwa melihat Jibril yang pertama ini. Adapun peristiwa melihat Jibril yang kedua adalah tersebut dalam firman Allah SWT, “Dan sesungguhnya dia telah melihatnya pada waktu yang lain, di Sidratul Muntaha, yang di sana ada surga tempat tinggal.” Dan peristiwa yang kedua ini hanya diturunkan dalam surah an – Najm, sedangkan surah an – Najm ini diturunkan setelah Isra.
Allah Ta'ala berfirman, “Dan dia bukanlah seorang yang bakhil untuk menerangkan yang gaib.” Ada yang membacanya dengan dhanin, namun ada juga yang membacanya zhaniin, kedua qiraat mutawir. Menurut qiraat zhaniin maka artinya : Muhammad itu tidak layak dituduh berdusta tentang apa yang telah diturunkan Allah kepadanya. Sedangkan qiraat dhaniin, maka artinya Muhammad tidak pernah menyembunyikan Al – Qur'an, bahkan dia tampil menyebarkannya, menyampaikannya, dan mencurahkannya kepada semua umat manusia.
Dan firman Allah Ta'ala, “Dan Al – Qur'an itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk.” Yaitu, Al – Qur'an ini bukanlah perkataan stan yang terkutuk, artinya dia tidak akan mampu memikulnya, dia tidak menghendakinya, dan dia memang tidak layak untuk mendapatkannya. Hal ini seperti firman – Nya, “Dan Al – Qur'an itu bukanlah dibawa turun oleh setan – setan. Dan tidaklah patut mereka membawa Al – Qur'an itu, dan mereka pun tidak akan kuasa. Sesungguhnya mereka benar – benar dijauhkan dari mendengar Al – Qur'an itu.” ( asy – Syu'araa : 210 )
Dan firman Allah Ta'ala, “Al – Qur'an itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam,” yaitu Al – Q ur'an ini merupakan peringatan bagi seluruh umat manusia, agar mereka menjadikannya sebagai pelajaran dan nasihat “bagi siapa diantara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus.” Yaitu, bagi orang yang ingin mendapatkan petunjuk, maka hendaklah dia memegang teguh Al – Qur'an ini, sebab tidak ada hidayah lain selain Al – Qur'an.” Dan kamu tidak dapat menghendaki kecuali dikehendaki Allah., Tuhan smesta alam.” Yaitu, kehendak itu tidaklah dipikulkan kepada kamu sehingga bila dia mau,dia dapat memperoleh petunjuk begitu saja, dan bila dia mau, dia pun dapat menempuh jalan kesesatan. Semua itu tunduk terhadap masyi'ah Allah jua, Tuhan semesta alam.
|