Abasa (17-32) PDF Cetak Surel
Ditulis oleh admin   
Sabtu, 10 Oktober 2009 02:37

TAFSIR Ayat 17 – 32


Allah SWT mencela sebagian warga Bani Adam yang mengingkari adanya hari berbangkit. “ Binasalah manusia, alangkah amat kafirnya.” Yaitu, manusia memang terlaknat. Ayat ini ditujukan bagi jenis manusia yang mendustakan karena terlalu banyak mendustakan ba'ats tanpa sandaran yang jelas, bahkan hanya dengan mengatakan mustahil, dan karena kebodohan semata – mata.” Alangkah amat sangat kafirnya,”artinya betapa hebat kekufuran itu.

Kemudian, Allah menjelaskan bagaimana Dia telah menciptakan manusia dari sesuatu yang hina dan sesungguhnya Allah berkuasa untuk menghidupkannya kembali sebagaimana Dia berkuasa menciptakannya pertama kali. Maka Allah Ta'ala berfirman, “Dari apakah Allah menciptakannya? Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya, “yaitu menentukan ajal dan amalnya, apakah bahagia ataukah sengsara. “Kemudian Dia memudahkan jalannya, “yaitu memudahkannya keluar dari perut ibunya. Mujahid berkata, “ayat ini seperti firman – Nya, “Sesungguhnya Kami telah menunjukkan jalan baginya untuk mengetahuinya. Demikian pula penafsiran yang dikatakan oleh Hasan dan Ibnu Zaid. Dani inilah penafsiran yang paling shahih. Wallahu a'lam

Allah SWT berfirman, “Kemudian Dia mematikannya dan memasukan ke dalam kubur.” Yakni, setelah Dia menciptakannya, kemudian mematikannya lantas menguburkannya. Dan Allah Ta'ala berfirman, “ Kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitnya kembali,” yaitu Dia membangkitkannya setelah mati. Dari pengertian inilah sumber al-ba'tsu dan an-nusyur.” Dan diantara tanda – tanda kekuasaan – Nya adalah menciptakan kamu dari tanah, kemudian ternyata kamu semua dalah manusia – manusia yang hidup.” “ Dan lihatlah tulang itu, bagaimana Kami akn menghidupkannya dan membungkusnya dengan daging.

Diriwayatkan oleh Ibnu Hatim dengan sanadnya dari Abu Sa'id dari Nabi saw, beliau bersabda.

“ Tanah akan mengkikis habis segala sesuatu yang melekat pada diri manusia kecuak-li pangkal ekornya.”

Hadits ini ditegaskan pula oleh Bukhari dan Muslim dari A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah r.a. Adapun redaksinya adalah sebagai berikut.

Semua keturunan Adam akan lapuk kecuali tulang ekor. Darinya dia tercipta dan itulah yang ditungganginya.”

Allah SWT berfirman, “Sekali – kali tidak; manusia itu belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya.” Yaitu, Dia belum melaksanakannya sekarang sehingga masa selesai dan jumlah Bani Adam yang telah ditetapkan oleh Allah akan ada dan lahir ke dunia akan habis. Allah memerintahkan dengan penetapan dan penentuan. Jika apa yang telah ditetapkan – Nya sudah terlaksana, maka barulah Dia akan menghidupkan semua makhluk dan mengembalikan mereka sebagaimana menciptakan mereka pertama kali.

Firman Allah SWT,” Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya” mengandung maknamengingatkan kembali kenikmatan yang telah diberikan kepada umat manusia. Ayat ini juga menjadi dalil tentang dalil tentang kekuasaan menghidupkan tumbuhan dari tanah yang gersang sebagai bukti adanya kekuasaan menghidupkan kembali tubuh – tubuh manusia setelah menjadi tulang yang lapuk dan tanah yang berserakan.” Sesungguhnya Kami benar – benar telah mencurahkan air,” yaitu Kami turun air hujan dari langit untuk membasahi bumi,” kemudian Kami belah bumi dengan sebaik – baiknya,” yaitu Kami tempatkan air itu disana, lalu masuk ke dalam lapisan – lapisan tanah dan meresap ke dalam serat – serat biji yang terdapat di tanah, lalu tumbuh, tinggi, dan tampak di permukaan bumi.” Lalu Kami tumbuhkan biji – bijan di bumi itu, anggur dan sayur – sayuran.” Yang dimaksud dengan al-hab adalah semua yang termasuk jenis kacang – kacangan. Anggur sudah kita ketahui. Al-qadbu itu adalah sejenis sayuran yang biasa dimakan mentah oleh binatang – binatang2 dan disebut pula dengan al-qit. HasAn al – Bashri mengatakan,” Al-qadbu itu adalah makanan binatang.”

Zaitun ini pun sudah dikenal, yaitu bumbu. Sedangkan, minyaknya dapat dijadikan bumbu makanan, untuk menyalakan pelita, dan meminyaki sesuatu.” Dan pohon kurma,” dapat dimakan mentahhampir matang, sudah matang sebelum jadi tamar, atau suadah menjadi tamar, dengan mentah – mentah, dimasak, atau diperas menjadi manisan atau cuka.” Kebun – kebun lebat,” dengan pepohonan yang mengumpul rapat dan dapat dijadikan tempat bernaung.” Dan buah – buahan serta rumput – rumputan.” Yang dimaksud dengan fakihah ialah segala macam buah – buahan yang dapat dinikmati. Adapun al-abb adalah tumbuhan tanah yang hanya dapat dimakan oleh binatang, tidak oleh manusia.

Dari firman Allah SWT,” Untuk kesenanganmu dan binatang – binatang ternakmu,” yaitu sebagai bekal hidup kamu dan hewan ternak kamu di dunia ini sampai hari kiamat nanti.



2 Barangkali ini adalah sejenis sayuran yang biasa dikenal dalam bil'amiyah dengan nama al-fushshah


Tafsir Terbaru
Tafsir Sebelumnya:

Terakhir Diperbaharui pada Minggu, 25 Oktober 2009 09:53