|
TAFSIR Ayat 15 – 26
Allah Ta'ala berfirman, “ Sudakah sampai kepadamu kisah Musa?” Yaitu, apakah kamu telah mendengarkan berita tentang dia “ tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci ialah lembah Thuwa?” Thuwa menurut pendapat yang paling benar adalah nama sebuah lembah, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam surah Thaahaa. “ Pergilah kamu kepada fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas,” yaitu sombong, takabur, bertindak sewenang – wenang, dan melampaui batas. “ Dan katakanlah, ' Adakah keinginan bagimu akan membersihkan diri.' “ Yaitu, maukah kamu diajak kepada suatu jalan yang akan membersihkan kamu, artinya, kamu tunduk dan taat, “ dan kamu kupimpin ke jalan Tuhanmu,” yaitu aku pimpin kamu untuk beribadah kepada Tuhanmu “ agar kamu takut kepada – Nya “ sehingga hatimu menjadi khusyu setelah sebelumnya keras dan berada jauh dari kebenaran. “ Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.” Yaitu, Musa memperlihatkan kepada Fir'aun, di samping mendakwahinya, hujjah yang kuat dan bukti yang sangat terang, yang membenarkan risalah yang dia bawa dari sisi Allah.
Allah SWT berfirman, “ Tetapi Fir'aun mendustakan dan mendurhakai.” Yaitu, hatinya malah kufur sehingga dia tidak mau tundk kepada Musa, lahir batin. Mengetahui kebenaran ternyata tidak selamanya mengantarkan kepada keimanan karena makrifah itu adalah pengetahuan hati dan iman adalah pengamalannya, yaitu tunduk dan pasrah kepada kebenaran.
Allah Ta'ala berfirman, “ Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang.” Guna menandingi kebenaran dengan kebatilan, dia mengumpulkan tukang – tukang sihir, untuk mengimbangi mukjizat luar biasa yang dibawa oleh Nabi Musa a.s.. “ Maka dia mengumpulkan lalu berseru memanggil kaumnya, ' Akulah Tuhanmu yang paling tinggi.' “ Ucapan ini dilontarkan oleh Fir'aun setelah dia mengatakan, “ Aku tidak pernah mengetahui ada Tuhan lain selain diriku” 40 tahun sebelumnya.
Allah SWT berfirman, “ Maka Allah mengazabnya dengsn azab di akhirat dan azab di dunia.” Yaitu, Allah memberikan hukuman kepadanya dengan menengelamkannya ketika di dunia dan memasukannya ke dalam siksa yang sangat besar di akhirat nanti. “ Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut. “ Yaitu bagi orang yang pandai mengambil pelajaran dan tercegah dari melakukan kemaksiatan.
Tafsir Terbaru
Tafsir Sebelumnya:
|