An–Naazi'aat (1-14) PDF Cetak Surel
Ditulis oleh admin   
Sabtu, 10 Oktober 2009 02:30

TAFSIR AYAT 1 – 14


“ Demi yang mencabut dengan keras,” maksudnya para malaikat ketika mereka mencabut nyawa orang – orang yang kafir dari keturunan Adam yang ditenggelamkan dalam api nereka.” Dan yang mencabut dengan lemah lembut,” yaitu ketika para malaikat mencabut nyawa – nyawa kaum beriman dengan penuh kelembutan, seolah – olah dilepaskan dengan hati – hati.” Dan yang turun dari langit dengan cepat dan mendahului dengan kencang,” yaitu para malaikat tersebut mendahului kaum beriman masuk surga. “ Dan yang mengatur urusan, “ yaitu para malaikat yang mengatur urusan dengan izin Allah dari langit menuju bumi.

Allah SWT befirman, “ Pada hari ketika tiupan pertama menggoncangkan alam, tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua.” Ibnu Abbas mengatakan, “ Ar-rajifah dan ar – radifah ini adalah tiupan yang pertama dan tiupan yang kedua.” Diterima dari mujahid yang berkata,” Adapun yang kedua adalah ar-Radifah maka ayat ini sebagaimana firman – Nya, “ Dan diangkatlah bumi dan gunung – gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur.” (al – Haaqqah : 14 )

Diriwayatkan oleh ImamTirmidzi dan Ibnu Abi Hatim,

“ Apabila Rasulullah saw melewati spertiga malam terakhir, maka beliau berdiri dan berkata, ' Hai manusia, ingatlah Allah karena telah datang tiupan pertama dan akan diiringi oleh tiupan yang kedua. Kematian telah datang dengan suasananya.' “

Allah Ta'ala berfirman, “ Hati manusia pada waktu itu sangat takut, pandangannya tunduk,” yaitu pandangan – pandangan manusia ketika itu menunduk dan merendah karena kengerian suasana hari kiamat yang mereka saksikan. Selanjutnya Allah Ta'ala berfirman, “ Apakah sesungguhnya kami benar – benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula?” Yang dimaksudkan oleh ayat ini adalah orang – orang musyrik Quraisy dan orang – orang yang berkata seperti mereka, untuk menunjukkan pengingkaran mereka terhadap hari berbangkit, setelah jasad – jasad mereka hancur dan tulang – tulang mereka berserakan di dalam kubur. “ Apakah apabila kami telah menjadi tulang – belulang yang hancur lumat?” Mereka berkata, “ Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan.” Maksudnya orang – orang Quraisy mengatakan, “ Bila benar kami akan dihidupkan oleh Allah setelah kami mati, maka kami pasti akan merugi.” AllahTa'ala berfirman, “ Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah satu kali tiupan saja, maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi.” Yaitu, sesungguhnya hari kebangkitan itu hanyalah satu perintah dari Allah saja, yang Dia perintahkan kepada malaikat Israfil untuk meniupkan sangkakala pertanda hari berbangkit telah tiba. Tiba – tiba, umat – umat generasi pertama dan paling akhir berdiri di hadapan Tuhan Yang Maha Gagah dan Maha Perkasa sambil melihat. Sungguh AllahTa'ala telah berfirman, “ Dan tidaklah perintah Kami itu melainkan seperti kedipan mata.”

Adapun firman Allah SWT, “ Maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi. “ Mengenai pengertian as-sahirah ini para ulama tafsir berlainan pendapat, namun pendapatyang benar mengartikannya sebagai bumi dan permukaannya yang diatas, sebagaimana yang telah dikatakan oleh Mujahid, “ Ketika itu mereka berada di bawah permukaan bumi, kemudian dikeluarkan ke atas permukaan bumi.”

 


Tafsir Terbaru

Terakhir Diperbaharui pada Minggu, 25 Oktober 2009 09:46