|
TAFSIR Ayat 17 – 30
Allah SWT mengabarkan tentang hari keputusan, yaitu hari kiamat, bahwa kedatangannya telah ditentukan waktunya. Tidak akan dilebihkan dan disegerakan, serta tidak tidak ada yang mengetahui waktu terjadinya secara pasti kecuali Allah Ta'ala semata, sebagaimana firman – Nya, “ Dan Kami tiadak menangguhkannya melainkan ( untuk memenuhi ) waktu yang telah ditentukan.” “ Yaitu hari ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok – kelompok.“ Mujahid berkata, “ satu kelompok – kelompok.” Ibnu Jarir mengatakan, “ Artinya, setiap umat datang dengan rasulnya.” “ Dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu,” yaitu jalan – jalan dan jalur – jalur untuk turunnya malaikat.” Dan dijadikanlah gunung – gunung lalu jadilah fatamorgana,” sebagaimana firman – Nya, Dan kamu lihat gunung – gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan bagai jalannya awan.” (An – Naml : 88) Dan firman Allah, “ Dan gunung – gunung seperti bulu - bulu yang dihambur – hamburkan. “ ( Al – Qaar'ah : 5 ) Dan disini Allah SWT berfirman, “ Lalu jadilah fatamorgana.” Yaitu, dikhayalkan bagi orang yang melihatnya bahwa itu merupakan sesuatu, padahal tidak ada apa – apa di sana. Setelah itu, barulah dilenyapkan secara menyeluruh, tidak tersisa dan tidak berbekas, sebagaimana firman – Nya, “ Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung – gunung, maka katakanlah, “ Tuhanku akan menghancurkannya sehancur – hancurnya.” ( Thaaha : 105 )
Allah SWT berfirman, “ lagi menjadi tempat kembali bagi orang – orang yang melampaui batas.” Sesungguhnya neraka Jahannam itu ada tempat pengintai “ yang sengaja dipersiapkan, Mereka adalah para pembangkang, pendurhaka, dan penentang para utusan Allah. Bagi mereka, neraka adalah tempat kembali dan menetap. Sufyan ats-Tsauri mengatakan, “ Di atasnya ada tiga buah jembatan.” Allah SWT berfirman, “Mereka tinggal di dalamnya berabad – abad lamanya,” yaitu mereka tinggal di sana bermasa – masa. Para ulama berselisih tentang lamanya. Ali bin Abi Thalib bertanya kepada Hilal al-Hijri, “ Bagaimanakah pemahaman kamu tentang huqub yang dicantumkan dalam kitab Allah ? “ Dia mengatakan, “ Kami pahami sebagai delapan puluh tahun. Setiap tahun 12 bulna lamanya. Setiap bulan 30 hari. Dan setiap hari sama dengan seribu tahun.” Ibnu Abi Hatim Meriwayatkan dari dari Abu Umamah bahwa Rasulullah saw, bersbda perihal firman Allah Ta'ala, “Mereka tinggal disana berhuqub – huqub lamanya,” sabdanya, “Satu huqub itu satu bulan lamanya. Satu bulan itu 30 hari. Dan satu tahun itu 12 bulan. Berarti 360 hari. Setiap satu hari sama dengan 1000 tahun menurut hitungan kamu. Maka satu huqub itu 30.000.000 tahun. “ Hadits ini munkar sekali. Qasim dan muridnya, yaitu Ja'far bin Zubair, dua – duanya matruk. Pendapat yang benar adalah bahwa mereka tinggal di sana tidak ada hentinya, sebagaimana yang dikatakan oleh Qatadah, ar-Rabi' bin Anas. Maka itulah yang dimaksud dwengan ahqab, masa yang tidak mempunyai batas hitungannya, melainkan hanya kekekalan dalam neraka.
Allah Ta'ala berfirman, “Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak pula minuman.” Yaitu, di dalam neraka Jahannam, mereka tidak akan merasakan kesejukan hati dan air minum yang segar untuk memberikan kekuatan pada badan mereka. Itulah sebabnya Allah SWT berfirman, “ Selain air yang medidih dan nanah.” Adapun yang dimaksud dengan hamim adalah panas yang telah mencapai puncaknya. Sedangkan, ghassaq adalah kumpulan keringat, nanah, air mata, dan luka – luka penghuni neraka yang dingin sekali sehingga tidak akan sanggup menahan kedinginannya dan bau sekali tak ada taranya. Artinya al-ghassaq ini telah dikemukakan dalam surah Shaad, sehingga tidak perlu diulas lagi di sini. Semoga Allah menyelamatkan kita dari hal itu, dengan karunia dan kemurahan – Nya.
Allah Ta'ala berfirman, “ Sebagai pembalasan yang setimpal.” Siksaan yang menimpa mereka ini adalah karena perbuatan mereka yang jelek yang selalu mereka perlihatkan di dunia. Kemudian Allah berfirman, “Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab.” Yaitu, mereka tidak yakin bahwa nun jauh di sana terdapat suatu kehidupan di mana semua amal mereka akan dibalas dan diperhitungkan.” Dan mereka mendustakan ayat – ayat Kami dengan sesungguh – sungguhnya,” yaitu dan mereka dahulunya selalu mendustakan hujjah – hujjah dan dalil – dalil Allah terhadap makhluk – Nya, yang sengaja Allah turunkan melalui para utusan – Nya ( semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepada mereka semua ), namun mereka menyambutnya dengan mendustakan dan menentangnya.
Firman Allah SWT, “ Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam kitab.” Yaitu, Kami telah mengetahui semua perbuatan hamba – hamba Kami tanpa kecuali, dan Kami catatkan untuk mereka dan kelak akan Kami balas dengan balasa yang berhak mereka terima. Firman – Nya, “ Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali – kali tidak akan menambah kepada kamu selain dari pada azab, “ yaitu siksaan terhadap mereka selamanya, dan akan ditambah dan ditambah.
Tafsir Terbaru
Tafsir Sebelumnya:
|