An-Naba (1-16) PDF Cetak Surel
Ditulis oleh admin   
Sabtu, 10 Oktober 2009 01:58

TAFSIR AYAT 1 – 16


Allah SWT mengingkari orang – orang musyrik yang mempertanyakan perihal hari kiamat. Dia merupakan berita yang sangat besar “ yang mereka perselisihkan tentang ini “. Berkenaan dengan hari kiamat ini, manusia terbagi ke dalam dua pandangan : ada yang beriman dan ada yang kufur. Kemudian Allah berfirman untuk memberikan ancaman kepada orang yang mengingkari hari kiamat, “ Sekali – kali tidak. Kelak mereka akan mengetahui.” Ini merupakan kecaman yang sangat hebat dan ancaman yang sangat keras.

Setelah itu, mulailah Allah Ta'ala menjelaskan kekuasaan – Nya yang sangat agung dalam menciptakan berbagai hal yang sangat aneh dan perkara – perkara yang mengagumkan, sebagai bukti bahwa Dia kuasa untuk menciptakan apa saja yang Dia kehendaki mengenai urusan kebangkitan kembali umat manusia dan lain sebagainya. Maka Allah SWT berfirman, “ Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan ?” Yaitu, dihamparkan untuk semua makhluk, dibentangkan bagi mereka sehingga bumi menjadi diam dan tenang. “ Dan gunung – gunung sebagai pasak,” yaitu pasak – pasak yang dipancangkan padanya sehingga menjadi diam dan tidak menggoncangkan penghuni yang berada di atasnya.

Allah SWT berfirman, “ Dan Kami jadikan kamu berpasang – pasangan,” yaitu alaki – laki dan wanita. Masing – masing merasakan kenikmatan dari lawan jenisnya sehingga melahirkan keturunan, sebagaimana firman – Nya, “ Dan diantara tanda – tanda kekuasaan – Nya Dia menjadikan bagi kamu dari diri – diri kamu pasangan – pasangan agar kamu merasa tentram kepadanya dan menjadikan diantara kamu rasa cinta dan kasih sayang.”

Allah Ta'ala berfirman, “ Dan Kami jadikan tidurmu sebagai istirahat,” yaitu menghentikan gerakan agar dapat beristirahat setelah melakukan banyak pekerjaan dan usaha untuk mendapatkan penghidupan. “ Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian,” yaitu untuk menenangkan diri. Allah berfirman, “ Dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan,” yaitu Kami telah menjadikan siang itu cerah dan terang, agar umat manusia dapat pulang pergi untuk mendapatkan penghidupan mereka.” Dan Kami bangun diatasmu tujuh yang kokokh,” yauitu langit yang tujuh, dalam keluasan, ketinggian, dan kekokohannya serta dihiasinya dengan bintang – bintang dan planet – planet. Itulah sebabnya Allah SWT berfirman, “ Dan Kami jadikan pelita yang amat terang.” Maksudnya adalah matahari yang menyinari seluruh alam semesta.

Allah Ta'ala berfirman, Dan Kami turunkan air yang banyak tercurah,” yaitu Kami turunkan dari awan yang mencurahkan air hujan dan setelah itu berhenti. Mu'shirat ini seperti dikatakan imra'atun mu'shir, yaitu wanita yang mendekati masa haidh, namun tidak haidh. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan mu'shirat adalah angin. Namun, ada yang paling jelas maksudnya adalah awan, sebagaimana firman – Nya, Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki – Nya dan menjadikannya bergumpal – gumpal; lalu kamu lihat huajan keluar dari celah – celahnya. “ ( Qaaf : 48 ). Dan firman Allah Ta'ala : maa'an tsajjajan, artinya ' tercurah, terus-menerus dan banyak '. Makna ini terdapat dalam sabda Rasulullah saw, yang artinya :

“ Amalan haji yang paling utama itu adalah al-'ajju dan ats-tsajju ( yaitu mengalirnya darah hewan potong dengan deras ).”

Allah SWT berfirman, “ Supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji – bijian dan tumbuh – tumbuhan, dan kebun – kebun yang lebat ?” yaitu agar Kami keluarkan dengan air yang banyak, abik, bermanfaat, dan peuh berkah ini “ biji – bijian “ yang sengaja disimpan unutuk umat manusia dan hewan ternak dan “ tumbuh – tumbuhan “ yang hijau, dapat dimakan dan menjadi lembab. Dan “ kebun – kebun “ yang terdiri dari buah – buahan yang beraneka ragam dan berwarna – warni, serta rasa dan aroma yang bermacam – macam juga “ lebat, “ yaitu berkumpul disana sini.


Tafsir Terbaru

Terakhir Diperbaharui pada Minggu, 25 Oktober 2009 09:41